Jumat, 28 Agustus 2015

BIOSTATISTIK


        1.      PENGERTIAN
  Biostatistika (gabungan dari kata biologi dengan statistika; kadang-kadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam ilmu biologi. Ilmu biostatistika meliputi rancangan percobaan biologi, utamanya dalam bidang agrikultur dan kedokteran, pengoleksian data, peringkasan data, dan analisis data percobaan.

       2.      JENIS-JENIS BIOSTATISTIK
      Statistik secara umum dibagi menjadi dua jenis yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial.
a.       Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah kegiatan mulai dari pengumpulan data sampai mendapatkan informasi dengan jalan menyajikan dan analisis data yang telah terkumpul atau sengaja dikumpulkan. Kegunaan statistik deskriptif adalah untuk menggambarkan karakteristik penduduk diperlukan data seperti : umur, jenis kelamin, status perkawinan, dan sebagainya.
b.      Statistik Inferensial/Induktif
Statistik inferensial adalah kumpulan cara atau metode yang dapat menggeneralisasi nilai-nilai dari sampel yang sengaja dikumpulkan menjadi nilai populasi. Contohnya antara lain untuk menganalisa hubungan pertambahan berat badan Ibu hamil dengan berat lahir di daerah tertentu, dan lain-lain.

       3.                   RUANG LINGKUP BIOSTATISTIK
-          Statistika perikehidupan (kelahiran, kematian, dan perkawinan)
-          Mortalitas
-          Fertilitas
-          Morbiditas
-          Pelayanan Kesehatan
-          Demografi
-          Lingkungan
-          Gizi

4.      SUMBER DATA BIOSTATISTIK
Data primer : merupakan data yang dikumpulkan oleh peneliti yang digunakan untuk menjawab tujuan dari penelitian secara spesifik. Data primer dapat diperoleh dari kegiatan survei, penelitian dilapangan.
Data sekunder : merupakan data yang telah tersedia atau telah dikumpulkan oleh orang atau lembaga tertentu, misal biro pusat statistik. Data sekunder dapat diperoleh dari catatan laporan dinas kesehatan sebagai kegiatan surveilans di dinas kesehatan.

5.      KEGUNAAN BIOSTATISTIK
a.       Mengukur derajat kesehatan masyarakat
c.       Memonitor kemajuan status kesehatan di suatu daerah
d.      Mengevaluasi program kesehatan
e.       Membandingkan status kesehatan di berbagai daerah
f.        Memotivasi tenaga kesehatan dan pembuat kebijakan untuk menyelesaikan masalah kesehatan
g.       Menentukan prioritas masalah kesehatan
KESIMPULAN
Biostatistik merupakan ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisa data termasuk cara pengambilan keputusan dengan memperhitungkan unsur ketidakpastian berdasarkan konsep probabilitas.

Kamis, 27 Agustus 2015

Pelayanan Kesehatan di Indonesia (KB)

KB atau yang disebut keluarga berencana adalah salah satu program pemerintah dalam bidang kesehatan masyarakat yang ditunjukkan untuk keluarga - keluarga Indonesia. Program ini ditunjukkan untuk pembatasan jumlah anak untuk membatasi jumlah penduduk Indonesia yang semakin meningkat. KB (keluarga berencana) juga merupakan upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Banyak jenis – jenis KB yang terdapat di Indonesia misalnya seperti kontrasepsi tanpa alat (pil Kb ataupun pemotongan atau pengikatan saluran telur dan sperma) dan kontrasepsi dengan alat (spiral dan keluarga berencana) , KB juga terbukti aman untuk digunakan bila pemakai mengerti bagaimana cara menggunakan dan mengatur penggunaan KB tersebut, sehingga KB sangat aman dan bermanfaat bagi orang tua yang belum ingin memiliki anak ataupun menunda kehamilan tak terduga.
Tetapi, di Indonesia KB belum efektif digunakan oleh masyarakat di seluruh di Indonesia, terutama daerah – daerah di pelosok di Indonesia yang belum mengerti atau belum bisa mendapatkan KB, sedangkan di daerah pelosok atau di desa – desa masih menerapkan banyak anak, banyak rezeki.
Indonesia memang tidak mewajibkan semua penduduknya untuk harus mengikuti Program KB (keluarga berencana) ini. Namun, Indonesia hanya sebatas menganjurkannya tanpa aturan yang jelas. Oleh karena itu, Program ini kurang efektif untuk pengendalian jumlah penduduk sehingga jumlah penduduk indonesia masih meningkat pesat.
Hanya sebagian orang – orang yang sadar akan masalah kebaikan KB ini, banyak masyarakat yang belum mengetahui keuntungan dan kegunaan KB, sedangkan KB sangat berguna untuk menghambat pertumbuhan anak yang banyak dan tidak terkendali. Kurangnya penyuluhan dan pembelajaran tentang KB di Indonesia membuat masyarakat buta akan pengetahuan tentang KB tersebut.
Lalu bagaimanakah solusi yang tepat untuk mengatur dan menerapkan KB di Indonesia ? banyak solusi yang akan kita peroleh ntuk mengatasi persoalan berikut :
  1. Mengadakan penyuluhan
Mengadakan penyuluhan akan pengetauan KB di pelosok daerah – daerah di Indonesia maupun di desa – desa terpencil yang belum mengetahui manfaat dari KB, dengan mengadakan penyuluhan, masyarakat indonesia mengerti akan manfaat KB dan memiliki rasa kepedulian akan ekonomi mereka bila memiliki anak banyak.
  1. Memberikan promosi KB gratis
Pemerintah bisa mengadakan promosi KB gratis agar masyarakat tertarik dan mau melakukan KB. Dengan gratisnya KB masyarakat tidak perlu untuk mengeluarkan biaya, terutama bagi masyarakat yang memang tidak memiliki biaya untuk membeli alat KB yang mungkin bisa terbilag mahal bagi kalangan masyarakat kebawah.


  1. Menerapkan 2 anak lebih baik
Dengan menerapkan pemikiran positif tersebut masyarakat akan memiliki pemikiran yang baik dalam mengelola keluarga dan mengatur kehamilan maupun kelahiran seorang anak, dan mereka mengerti akan manfaat program KB tersebut dengan menerapkan memiliki 2 anak akan lebih baik untuk pembiayaan ekonomi dan kedepannya, sehingga biaya yang lain bisa digunakan untuk pembiayaan pendidikan maupun pembiayaan lainnya.

  1. Memberikan peraturan untuk membatasi kelahiran anak

Dengan memberikan peraturan tersebut, masyarakat akan mematuhi peraturan tersebut, dan menunda kehamilan atau mecegah kehamilan berikutnya, tetapi solusi ini hanya dapat digunakan bila masyarakat belum terlanjur memiliki anak lebih dari dua, bila sudah terlanjur memiliki anak lebihh dari dua, maka anak selanjutnya akan diberikan tunjangan biaya yang mahal atau yang disebut anak swasta yang tidak dapat pembiayaan dari pemerintah.

Diary persiapan PKKMB


 OSPEK OSPEK OSPEK, satu kata yang menyimpan banyak pertanyaan, khususnya untuk para mahasiswa baru nih. Pada penasaran dong tentunya.  Apa sih itu ospek ? gimana rasanya ? dimarah-marahin ga ? pasti banyak tugas ya ? *blablabla* , dan sekelompok pertanyaan yang lain. Sebelum mengikuti ospek, saya sempat bertanya pada kakak tingkat,  dan jawaban mereka ikuti aja asik kok, nanti juga ngrasain, semangat yaa. Okee, semangat!!
Untuk menjadi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman tentunya tidak ‘gratis’ begitu saja, kami harus mengikuti beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya adalah gladi bersih, upacara pembukaan, PKKM (Pengenalan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa), PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru), dan untuk jurusan Kesehatan Masyarakat juga diadakan BToPH (Basic Training of Publich Health). 
Sebelum menceritakan persiapan mengikuti PKKMB, terlebih dahulu saya akan menceritakan tentang ospek di Universitas Jenderal Soedirman atau S3 (Soedirman Student Summit). S3 dilakukan pada tanggal 23, 24 dan 30 Agustus 2015. Kelompok 26 adalah kelompok saya di S3 ini, denggan kak Ratna dan kak Andhita sebagai pendampingnya. Anak-anak 26 seru-seru, asyik, bakalan kangen nih. haha
Pada 23 Agustus 2015, kami melakukan gladi bersih di Garaha Widya Tama dengan menggunakan pakaian bebas dan sopan. Ada kuliah umum juga dari Pertamina, dan kami juga kedatangan Gubernur Jawa Tengah lhoo, Bapak Ganjar Pranowo. Lalu, tanggal 24 Agustus 2015 kami mengikuti Upacara Pembukaan Soedirman Student Summit yang di dalamnya ada Sidang Senat Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Jenderal Soedirman yang juga bertempat di Garaha Widya Tama. Pada saat inilah kami mengucap janji mahasiswa. Pada tanggal 23&24 Agustus 2015 kami juga dikenalkan dengan Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada di UNSOED, dan mendatangi  expo UKM tersebut. Banyak pilihan, jadi bingung ikut yang mana :D
Tanggal 27&28 Agustus 2015 akan diadakan PKKMB. Persiapan buat PKKMB?? Apa yaa, hmm lebih ke persiapan fisik (kesehatan) dan mental mungkin ya, hehe. Karena memang tidak ada tugas untuk PKKMB hari pertama. PKKMB dimulai pukul 07.00. Dan semoga besok berangkatnya tidak telat, semoga kegiatan ini tidak membosankan, mendidik, semoga pulangnya tidak terlalu sore haha.

NYONG KUDU SEMANGAT!!! :D

Mengapa Kesehatan Masyarakat?


     Mengapa saya memilih jurusan Kesehatan Masyarakat di Universitas Jenderal Soedirman dan apa kontribusinya ?
Karena menurut saya jurusan Kesehatan Masyarakat atau biasa disebut dengan Kesmas ini, sesuatuuu :D
Awalnya saya tidak berniat untuk melanjutkan kuliah di bidang kesehatan (entah itu dokter, perawat, bidan, dan sejenisnya) dan dari kecil memang saya tidak berkeinginan untuk masuk di bidang tersebut. Cita-sita saya waktu kecil adalah menjadi seorang guru, lalu berubah lagi ingin menjadi seorang psikolog. Yaa, menjadi seorang psikolog saya inginkan. Saat duduk di kelas XII saya mulai dibingungkan dengan berbagai universitas dan banyaknya jurusan yang ada.  Saya berencana untuk memilih jurusan Psikologi sebagai pilihan pertama dan Geografi&Ilmu Lingkungan sebagai pilhan kedua saat SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) di universitas-universitas yang ada di luar Kota Purwokerto, terutama Yogyakarta (yang dijuluki sebagai Kota Pelajar) . Tetapi ternyata keinginan saya untuk kuliah di luar kota Purwokerto belum direstui Ibu dan Bapak.  Sejak saat itu, “ya sudahlah, mau kuliah di dalam ataupun luar kota, toh sama-sama belajar. Di kota sendiri juga bisa sukses kok, ga harus di luar kota, ga harus jadi psikolog. Harusnya malah bersyukur, ga jauh dari orang tua, ga ngekos, biaya lebih ngirit, ga terlalu pusing mikir ini itu”, begitu gumam saya.  Lalu saya mencoba membuka  web Universitas Jenderal  Soedirman, melihat jurusan apa yang sekiranya saya suka. Ternyata belum ada yang cocok. Dan saat melihat jurusan Kesehatan Masyarakat, saya  sedikit penasaran dan mulai searching ‘apasih itu kesmas?’ .  Setelah lumayan banyak mendapat informasi, saya menjadi tertarik dengan jurusan Kesehatan Masyarakat. Dan dengan restu dari orang tua, akhirnya saya memilih jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal  Soedirman  sebagai satu-satunya pilihan saya di SNMPTN. Dari tiga kesempatan pilihan, dengan berani saya hanya memilih satu jurusan (sebenarnya khawatir juga siii, takut kalo ga diterima). Tanggal 9 Mei 2015 pukul 17.00 pengumuman SNMPTN tiba. Perasaan yang campur aduk, deg-degan takut khawatir. Dan setelah saya membuka pengumuman, saya melihat warna hijau pada pengumuman saya, itu berarti saya diterima SNMPTN jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal  Soedirman, sangat bersyukur. Dari sekian banyak pendaftar, dan saya termasuk 1 dari 60 orang yang diterima di jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal  Soedirman, bahagia bangga menjadi satu. Dan saya yakin inilah jalan yang dipilihkan Allah SWT untuk saya :)
Menjadi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman memang bukan mimpi saya. Tapi saya mulai belajar mengenali universitas ini. Mulai belajar agar 3 karakter utama mahasiswa Universitas Jenderal  Soedirman yaitu jujur, peduli, gigih (pantang menyerah) melekat dalam diri saya. Saya tidak menyesal atas pilihan saya, sekarang saya justru bangga karena bisa bergabung bersama keluarga besar Universitas Jenderal Soedirman.
Menjadi mahasiswa Kesehatan Masyarakat juga sebenarnya bukan mimpi (cita-cita) saya. Tapi dari sinilah saya menemukan keinginan saya dan menemukan mimpi-mimpi saya yang lain. Saya mulai belajar bagaimana agar mimpi tersebut tidak hanya sebatas mimpi, tapi mimpi yang menjadi kenyataan.  Mulai bertransformasi dari siswa menjadi mahasiswa, semoga bisa menjadi mahasiswa yang aktif, tanggap dan membanggakan.
Harapan saya, semoga saya bisa melanjutkan S2 atau bahkan S3 dengan beasiswa di luar negeri. Dan pada tahun 2025 saya sudah menjadi Kepala Puskesmas. Saya ingin pergi mengelilingi Indonesia khususnya daerah-daerah yang terpencil untuk memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang kesehatan, tentunya sebagai Agen Preventif Soedirman. :)
SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT!!!